BAPERLITBANG KARANGANYAR MENERIMA KUNJUNGAN BAPPELBANGDA SUKOHARJO DAN KLASTER KABUPATEN SUKOHARJO DALAM RANGKA PENGUATAN KELEMBAGAAN DAN PENINGKATAN KERJASAMA ANTAR KLASTER

BAPERLITBANG-KARANGANYAR –  Dalam rangka optimalisasi  potensi ekonomi lokal dan meningkatkan kerjasama antar klaster, Baperlitbang Karanganyar bekerjasama dengan Bappelbangda Sukoharjo menyelenggarakan kegiatan Penguatan Kelembagaan Klaster dan Peningkatan Kerjasama Antar Klaster pada tanggal 29 Juli 2022 bertempat di Omah Jambu Resto Ngargoyoso Karanganyar.

Hadir dalam kegiatan tersebut dari Kabupaten Sukoharjo : Kepala Bappelbangda Sukoharjo; Kepala Bidang Ekonomi Bappelbangda Sukoharjo dan Staf beserta rombongan 10 Klaster UMKM Kabupaten Sukoharjo yang terdiri dari Klaster Rotan, Mebel, Jamu, Batik, Lurik, Jamur, Padi Organik, Gitar, Makanan Olahan dan Perikanan.

Dari Kabupaten Karanganyar : Kepala Bidang Ekonomi Baperlitbang Karanganyar dan Staf beserta Ketua Klaster Pariwisata Mbangunmakuthoromo yang beranggotakan para Ketua Klaster UMKM Karanganyar (Klaster Batik Wahyusari, Klaster Biofarmaka, Klaster Tani Tawangmangu). Dalam sambutannya Kepala Bappelbangda Sukoharjo Drs. Rudiyanto, M.Si menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kerjasama antar Klaster di tengah kelesuan kondisi ekonomi (dampak Covid-19) serta meningkatkan fungsi kelembagaan klaster sebagai wadah para pelaku usaha dalam berkoordinasi, berkomunikasi, bekerjasama dan beraktivitas secara kolektif. “Kerjasama antar Klaster ditengah kelesuan ekonomi akibat dari dampak Covid-19 harus selalu ditingkatkan dan diperluas jaringannya. Antar Klaster harus saling membantu dan tidak perlu saling bersaing, karena tujuan Klaster adalah untuk meningkatkan kesejahteraan anggota Klaster melalui koordinasi, komunikasi dan kerjasama antar anggota Klaster, dan tidak kalah penting juga adalah memperkuat dan memperluas jejaring Klaster dengan Klaster Kota/Kabupaten lain” kata Kepala Bappelbangda Sukoharjo Drs. Rudiyanto, M.Si.

“Kerjasama antar Klaster ditengah kelesuan ekonomi akibat dari dampak Covid-19 harus selalu ditingkatkan dan diperluas jaringannya. Antar Klaster harus saling membantu dan tidak perlu saling bersaing, karena tujuan Klaster adalah untuk meningkatkan kesejahteraan anggota Klaster melalui koordinasi, komunikasi dan kerjasama antar anggota Klaster, dan tidak kalah penting juga adalah memperkuat dan memperluas jejaring Klaster dengan Klaster Kota/Kabupaten lain”

Sebagai pengantar diskusi Kepala Bidang Ekonomi Baperlitbang Karanganyar menyampaikan bahwa pada masa pandemi Covid-19 industri pariwisata Karanganyar sangat berdampak, terutama menurunnya perekonomian dan aktivitas berbagai sektor. “Tuntutan untuk memulai kembali berbagai aktivitas sosial dan ekonomi harus segera dilakukan antara lain dengan menjalin tautan kerjasama dengan semua pihak baik lokal maupun regional yang tentunya harus diiringi dengan penyusunan prioritas kegiatan antara lain penguatan kelembagaan pelaku usaha salah satunya Klaster UMKM dan direalisasikan pada hari ini ada pertemuan penguatan kelembagaan Klaster UMKM Kabupaten Karanganyar dan Klaster UMKM Kabupaten Sukoharjo” kata Kepala Bidang Ekonomi Baperlitbang Karanganyar Wiyono, M.Si.

Dari kegiatan Penguatan Kelembagaan Klaster dan Peningkatan Kerjasama Antar Klaster antara Klaster UMKM Kabupaten Sukoharjo dengan Klaster Pariwisata Mbangunmakuthoromo Kabupaten Karanganyar terdapat beberapa hal yang dapat ditindaklanjuti sebagai Chanelling Bisnis antar Klaster antara lain :

  1. Klaster Jamu Sukoharjo masih kekurangan bahan baku, ada peluang bagi Klaster Biofarmaka Karanganyar untuk memasok bahan baku.
  2. Klaster Batik Sukoharjo hanya memproduksi batik modern sedangkan Klaster Batik Karanganyar memproduksi batik tradisional, ada peluang kerjasama pemasaran produk batik tradisional.
  3. Klaster Jamur Sukoharjo kekurangan bahan baku media budidaya (log), dapat menerima pasokan log dari Karanganyar.
  4. Selain budidaya padi organik, Klaster Padi Organik Sukoharjo telah mampu mengolah sampah menjadi pupuk organik dan siap kerjasama mendampingi Karanganyar dalam pengolahan sampah sehingga sampah tuntas di desa.
  5. Makanan olahan di Sukoharjo telah tersertifikasi namun perlu perluasan pasar, berkeinginan memasok produk ke UBIGO dan pusat oleh-oleh Karanganyar lainnya.
  6. Produksi perikanan Sukoharjo memiliki kualitas dan kontinyuitas produk yang baik, dan berkeinginan memasok ikan lele dan nila ke resto dan rumah makan di Karanganyar yang selama ini dipasok dari Kedungombo dan Tulungagung Jawa Timur.

(Penulis : NDS – Bidang Ekonomi Baperlitbang, 2 Agustus 2022)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.