Lompat ke konten

FKP RPD Kabupaten Karanganyar Tahun 2024-2026

Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Kabupaten Karanganyar menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Kabupaten Karanganyar tahun 2024-2026 di Hotel Tamansari, Rabu (25/01/2023). FKP dihadiri langsung Bupati Karanganyar, Juliyatmono, M.M., M.H., Ketua DPRD Kabupaten Karanganyar, Bagus Selo, Kepala Baperlitbang Dwi Cahyono, S.Sos., M.Si., serta diikuti oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kabupaten Karanganyar, Kecamatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, akademisi serta perguruan tinggi di Kabupaten Karanganyar. Tidak lupa juga hadir dari Bappeda Provinsi Jawa Tengah, Ir. Bayu Lestanto Setyo Pranoto, M.T., selaku Kabid Penyusunan Program, Monitoring dan Evaluasi Pembangunan

Dalam kesempatan tersebut dilakukan penandatanganan berita acara kesepakatan bersama hasil FKP RPD Kabupaten Karanganyar tahun 2024-2026 oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono, M.M., M.H., Wakil Ketua DPRD Toni Hatmoko, S.E., M.M., Kepala Baperlitbang Dwi Cahyono, S.Sos., M.Si., Camat Jenawi Sunarto, S.P., M.M., Wakil Rektor  UMUKA Dr. Drs. H. Hassan Suryono, S.H., M.H., dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Anastasia.

Kepala Baperlitbang Kabupaten Karanganyar menyampaikan rencana pembangunan daerah Kabupaten Karanganyar tetap mengacu pada RPJMN, RPJMD Provinsi Jawa Tengah serta RPJMD Kabupaten Karanganyar. Mengingat RPJMD berakhir tahun 2023, maka pembangunan 5 tahun kemarin dilakukan evaluasi. Hasil evaluasi itu akan dijadikan dalam perumusan tahun 2024-2026. Mengapa saat ini menggunakan RPD bukan RPJMD, dikarenakan Kabupaten Karanganyar akan mengalami masa transisi pemilihan Bupati baru periode 2024-2029.

Menurut Kepala Baperlitbang, pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik bagi Pemerintah Kabupaten Karanganyar. IPM Kabupaten Karanganyar saat ini masuk di urutan sedang dan harapannya skornya bisa terus membaik ke depannya. “Tapi ini bukan semata-mata tugas dari Bapelitbang, namun ini butuh kerja sama dan dukungan semua elemen”. “Penduduk miskin awalnya 10.68 persen di tahun 2021, kini tahun 2022 sebesar 9,85 persen, turun 0,75 persen dibanding tahun 2021. Ini sebagai salah satu bukti bahwa Pemerintah Daerah bersama seluruh masyarakat ingin melakukan upaya pengentasan kemiskinan melalui peningkatan kesejahteraan masyarakat”.

Ketua DPRD Kabupaten Karanganyar, Bagus Selo, mengungkapkan dengan memperhatikan kondisi perkembangan pembangunan daerah, kabupaten/kota sekitar dan provinsi serta nasional, maka disampaikan isu strategis yang dapat dijadikan logframe dalam penyusunan Rencana Pembangunan Daerah tahun 2024-2026. “Diantaranya pengentasan kemiskinan, utamanya kemiskinan ekstrem yang harus 0% pada tahun 2024 sesuai target nasional, memaksimalkan potensi daerah dan sumber daya alam diantaranya objek wisata Tawangmangu, Candi Ceto, Museum Sangiran dan Grojogan Sewu, dan kemudian terkait Hutan Tahura yang harusnya menjadi milik Kabupaten Karanganyar agar dapat dikelola oleh Pemerintah Daerah Karanganyar”.

Selanjutnya Bupati Kabupaten Karanganyar, Juliyatmono, M.M., M.H., mengatakan tahun 2023 merupakan akhir masa dokumen perencanaan jangka menengah daerah dan rencana strategis Perangkat Daerah. “Dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 52 Tahun 2022 mengamanatkan kepada Pemerintah Daerah yang masa jabatan Kepala Daerahnya berakhir tahun 2022 dan 2023 agar menyusun Dokumen Rencana Pembangunan Daerah (RPD) dan Renstra Perangkat Daerah tahun 2024-2026”. Kita sudah memiliki gambaran Life Center of Nusantara, jadi penyusunan RPD 2024-2026 harus memperhatikan hal tersebut. Life Center of Nusantara harus menjadi pandangan dan ciri khas warga Karanganyar. Menurut Bupati, isu strategis pembangunan daerah diantaranya kemiskinan, kualitas SDM, daya saing ekonomi, reformasi birokrasi dan daerah rawan bencana. “Kami berharap, yang sebanyak-banyaknya saran dan masukan yang konstruktif guna lebih sempurnanya rancangan Pembangunan Daerah 2024-2026 Kabupaten Karanganyar, karena semata-mata tujuan kita adalah ingin meningkatkan kesejahteraan masyarakat”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Parse error: syntax error, unexpected token "<", expecting end of file in /www/wwwroot/skpd/baperlitbang/wp-content/themes/neve/footer.php on line 70